Hindari 7 Hal Ini Agar Imunitas Tubuh Tetap terjaga

Hindari 7 Hal Ini Agar Imunitas Tubuh Tetap terjaga

Salah satu faktor utama yang menurunkan sistem imun tubuh dan tidak dapat dikontrol adalah faktor usia. Bertambahnya usia akan diikuti dengan penurunan fungsi tubuh, salah satunya respon sistem imun terhadap patogen ataupun respon imun untuk memperbaiki kerusakan yang ada di dalam tubuh. Karena alasan tersebut, orang tua dengan usia lanjut sangat rentan terkena infeksi dan bahkan penyakit ringan seperti flu akibat virus influenza dapat menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia yang dapat menyebabkan kematian. Hal tersebut diperparah apabila memiliki penyakit kronis yang dapat menurunkan sistem imun tubuh seperti AIDS (Acquired Immonodeficiency Syndrome), diabetes, dan malnutrisi.

Selain faktor tersebut, banyak faktor risiko dalam kegiatan sehari-hariyang tanpa disadari dapat menurunkan imunitas tubuhyaitu :

1. Stres

Stres merupakan respon alami semua makhluk hidup untuk mengatasi ancaman, tanpa adanya stres, insting bertahan hidup tidak akan timbul. Dengan adanya respon stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol.

Dalam dunia modern, stres bisa dialami dalam jangka panjang karena pekerjaan, misalnya seperti takut dipecat dari pekerjaan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.Kesibukan sehari-hari juga akan membuat kebanyakan orang mengorbankan waktu tidur mereka. Berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa waktu tidur yang tidak cukup, umumnya dibawah 6 jam sehari, akan membuat tubuh memproduksi hormon kortisol lebih ditinggi dibandingkan orang yang memiliki waktu tidu yang cukup.

Tanpa disadari, stres jangka panjang akan membuat tubuh mengeluarkan hormon kortisol terus menerus, sehingga sistem imun tubuh juga akan menurun. Selain merusak sistem imun, stres jangka panjang juga bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes dan kanker.

2. Gaya Hidup Pasif

Terlalu banyak duduk dan menghindari olahraga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, dan hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian. Tanpa memperhatikan faktor risiko lain seperti usia, jenis kelamin, dan kebiasaan buruk lainnya seperti merokok, gaya hidup tidak aktif berhubungan erat dengan meningkatknya risiko kematian dini. Selain merusak sistem imun, gaya hidup tidak aktif akan menyebabkan inflamasi kronis yang dapat menimbulkan penyakit kronis. Sesuai dengan anjuran WHO, dianjurkan untuk melakukan olahraga minimal 30 menit setiap harinya untuk tetap aktif setiap harinya.

3. Olahraga Berlebih

Tidak hanya gaya hidup tidak aktif yang berbahaya untuk tubuh, tetapi terlalu banyak olahraga juga dapat merusak tubuh. Beberapa penelitian membuktikan bahwa terlalu banyak olahraga, atau disebut overtraining syndrome, dapat membuat tubuh rentan terkena infeksi. Selain itu, risiko terkena gangguan jantung juga meningkat pada mereka yang terlalu memaksakan diri dalam olahraga. Sama halnya seperti obat, dosis yang cukup dengan olahraga yang tidak berlebihan akan memberi manfaat baik dan meningkatkan sistem imun tubuh, sedangkan dosis berlebih akan merusak tubuh dan rentan terkena infeksi.

4. Konsumsi Nikotin

Merokok dengan rokok tradisional maupun rokok elektrik, risiko terkena nikotin sama-sama tinggi dan juga memiliki efek buruk untuk sistem imun. Nikotin dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, serta menurunkan respon sel darah putih terhadap agen infeksi. Asap yang dihasilkan dari rokok, baik tradisional maupun rokok elektrik juga dapat merusak paru-paru dan membuat saluran pernapasan rentan terkena infeksi karena menurunnya kemampuan saluran pernapasan untuk mengeluarkan agen infeksi.

Baca ini juga:
Yakin Kualitas Tidurmu Sudah Baik? Penuhi 8 nutrisi ini!
Tahu apa itu Sleep Apnea? Yuk simak, mungkin Anda mengalaminya!

 

5. Makanan Manis Berlebih

Makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat sederhana, contohnya seperti gula pasir atau tepung-tepungan, akan rentan meningkatkan kadar gula di dalam tubuh. Penurunan sistem imun tidak hanya diderita oleh penderita diabetes, dimana tubuh mereka kesulitan mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh sehingga merusak respon sistem imun.

6. Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan, contohnya kortikosteroid, dapat menekan sistem imun tubuh. Sesuai dengan fungsinya, kortikosteroid adalah obat anti radang. Peradangan adalah proses alami tubuh yang melibatkan sistem imun dalam upaya memperbaiki kerusakan, tetapi terkadang respon peradangan dapat berlebihan dan merusak tubuh.

Contohnya pada penderita asma, karena adanya rangsangan tertentu, seperti debu, yang sifatnya tidak terlalu bahaya tetapi tubuh merespon secara berlebihan dan menyebabkan sesak nafas karena menyempitnya saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengancam nyawa jika proses peradangan tidak ditekan dengan obat kortikosteroid. Hal ini juga terjadi pada penderita autoimun, dimana sistem imun tubuh menyerang tubuh sendiri. Dengan alasan tersebut, orang yang memiliki riwayat penyakit tersebut dan mengonsumsi kortikosteroid untuk jangka panjang dapat menurunkan respon sistem imun tubuh dan rentan terkena infeksi.

7. Terlalu menjaga kebersihan dan terlalu tidak memperhatikan kebersihan

Menjaga kebersihan penting untuk membangun dan menjaga sistem imun yang kuat. Penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang sering terpapar oleh bakteri memiliki sistem imun yang kuat dan menurunkan risiko terkenanya alergi dan asma pada usia lanjut.

Hal ini didukung juga oleh penelitian yang menunjukkan bahwa jarangnya terpapar bakteri saat usia muda dapat meningkatkan risiko terkenanya penyakit autoimun. Walaupun penting terpapar bakteri dan kuman saat usia dini, menjaga kebersihan saat dewasa juga sangat penting. Sering menggosok gigi, mencuci tangan dengan cara yang benar, tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor dapat menghindari imun sistem tidak kewalahan.

Leave a comment

Send a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *