Memiliki Rasa Yang Manis, Amankah Madu Untuk Para Diabetesi?

0
40

Orang-orang yang terdiagnosis diabetes pasti sering mendengar bahwa mereka tidak bisa mengonsumsi berbagai makanan manis karena bisa meningkatkan gula darah. Lalu, apakah madu bisa menjadi makanan alternatif yang sehat untuk para diabetesi?

Tingkat glukosa atau gula darah seseorang, mengacu pada seberapa banyak gula dalam aliran darahnya. Gula adalah sumber energi utama bagi tubuh. Pankreas mengeluarkan insulin, hormon, untuk menjaga gula darah pada tingkat yang aman. Pada orang dengan diabetes, tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar atau tidak cukup memproduksi insulin tersebut. Bagaimana madu mempengaruhi penderita diabetes masih belum jelas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, dalam jumlah sedang, madu mungkin bermanfaat bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2.

Namun, sebelumnya, anda perlu mengetahui bahwa ada madu murni dan madu yang telah diproses. Perbedaan dari dua jenis madu ini. Sebagian besar madu yang tersedia saat ini adalah madu yang diproses, yang artinya produsen telah memanaskan dan menyaringnya. Proses ini menghilangkan beberapa nilai gizi madu dan manfaat dari madu tersebut, terlebih lagi, produsen biasanya menambahkan gula pada madu tersebut. Sedangkan madu murni biasanya didapat dari lebah dan tidak diproses terlebih dahulu sehingga nilai gizinya masih ada dan tidak ada tambahan gula pada madu tersebut.

Namun, perlu diketahui juga bahwa madu murni sama seperti gula putih yang mengandung karbohidrat dan kalori. Satu sendok makan madu beratnya sekitar 21 g, memiliki sekitar 64 kalori, sedangkan 21 g gula pasir putih mengandung 80 kalori. Madu pada jumlah tersebut juga mengandung 3.59 air, 17.25 gula, 11 mg potassium, 1 mg kalsium, 1 mg sodium dan 0.1 gram vitamin C.

Namun, ada perbedaan antara gula putih dan madu berkaitan dengan pencernaan. Tubuh memecah madu menggunakan enzim yang ada dalam madu, sementara mencerna gula membutuhkan enzim dari tubuh. Perbedaan tambahan terkait dengan indeks glikemik. Indeks ini mengukur sejauh mana karbohidrat tertentu meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan skor GI atau indeks glikemik tinggi cenderung menaikkan kadar gula darah dengan cepat dan signifikan tetapi mengandung nilai gizi yang kecil.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018, madu memiliki skor GI 58, sedangkan skor GI gula adalah 60. Tak hanya itu, beberapa penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi madu membantu anda untuk meningkatkan level insulin sehingga bisa menurunkan kadar gula darah.

Sebuah ulasan yang diterbitkan pada 2017 juga mengeksplorasi hubungan antara madu dan glukosa darah pada diabetisi.

Dalam ulasan tersebut ditulis bahwa madu memiliki efek sebagai berikut:

  • Madu menurunkan glukosa pada cek gula darah puasa, yang diukur dokter setelah seseorang berpuasa setidaknya 8 jam.
  • Ini meningkatkan kadar C-peptida puasa, yang membantu pankreas mengetahui berapa banyak insulin yang dikeluarkan dan memainkan peran penting dalam menjaga kadar gula darah stabil dalam kisaran yang sehat.

Namun, perlu anda ingat bahwa dokter tidak akan merekomendasikan untuk beralih ke madu sebagai satu-satunya taktik untuk mengontrol diabetes seseorang. Madu tidak bisa menggantikan obat atau sebagai gaya hidup sehat. Pengobatan untuk mengendalikan kadar gula darah tetap harus dilakukan.

Anda juga bisa mengimbangi pengobatan anda dengan Dr Laser yang mampu meningkatkan kualitas darah sehingga mencegah terjadinya komplikasi penyakit lainnya yang lebih serius. Dr Laser juga mampu membantu proses penyembuhan berbagai penyakit.

Temukan teknologi laser revolusioner ini >>SELENGKAPNYA<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here